Monolog Jiwa Luka

Sunday, January 24, 2010 | Labels: | 1 comments |
Share

Aku tidak mahu mencari kelabu itu.. tapi ianya menerjah menguis pandangan tanpa dengar telinga ku. Terus sahaja menerobos hati ku mengundang satu perasaan yang tak tergambar.. tapi yang pasti sakitnya ada... mampu mengguriskan.

Akhirnya sekali lagi luka itu disentuh semula..
mengapa perlu?

Aduhai... mainkan lagi perasaan ku...
Bukan hiba tapi amarah ku bisa kau cabar..

Kalbu ku hangus kau bakar..
Mengapa begitu harusnya?

Tak mampu kau fikir azab ini? Tak sedar kau hempap remuk sirat ini. Tanpa belas kau layangkan layang-layang lalu.. kau sendiri putuskan talinya.. dengan hirisan tajam hilai gembira.. Biar Yang Esa tentukan apa natijah laku mu itu. Yang baik dibalas baik, yang buruk terpantul kadarnya.. pasti tiba..



-Muaz Hadi-
923. Sunee Grand Hotel, Ubon Ratchathani

p/s ungkapan semula suara hati sahabat jiwa


Menitis tak mampu Diseka..

Monday, January 11, 2010 | Labels: | 1 comments |
Share

hadir jua jelmaan
yang bukan kasih
yang bukan rindu
yang bukan sanubari
tapi merintihkan juga
hati yang melayan

aduh mengapa syahdu
meminggiri hati tak punya jiwa
meruntun kalbu tak punya warna
menyentap akal tak punya fikiran
sakit bukan zahir
rasanya batin.. meluka

ampun saja
tak rela terpalit dosa
noktah hitam tak semahu
tak diundang menyinggah
tak dilayan menempel
tak dipandang resah sendiri
menitis tak mampu diseka


-Muaz Hadi-

Separuh Jiwa ku Pergi

Wednesday, January 6, 2010 | Labels: | 2 comments |
Share



Separuh jiwaku pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka

kau main hati
dengan sadarmu
kau tinggal aku


Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu

Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua

Benar ku mencintaimu..

-Anang untuk Kris Dayanti-

There was an error in this gadget